Lebih lanjut, Wabup menegaskan bahwa Safari Ramadan menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Setelah berbuka puasa bersama di Taluditi, rombongan dijadwalkan melaksanakan salat tarawih di Kecamatan Randangan.
“Melalui Safari Ramadan ini kita pererat hubungan silaturahmi. Kami turun bersama-sama untuk berbuka puasa di Taluditi, dan nanti akan melanjutkan salat tarawih di Randangan,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa Taluditi dikenal sebagai daerah transmigrasi dengan keberagaman masyarakat. Terdapat tiga desa mayoritas suku Jawa dan empat desa suku Gorontalo. Meski demikian, seluruh masyarakat hidup rukun dan harmonis.
“Taluditi ini dikenal sebagai daerah transmigrasi. Ada tiga desa dihuni suku Jawa dan empat desa pribumi Gorontalo, namun mayoritas masih suku Jawa. Tidak ada perbedaan di antara kita. Insyaallah dengan pertemuan ini, hubungan pemerintah daerah dan masyarakat semakin terjalin dengan baik,” ungkapnya.
Selain agenda keagamaan, pemerintah daerah turut menyampaikan program pembangunan di sektor pertanian. Kecamatan Taluditi telah dicanangkan sebagai kampung kakao. Di samping itu, pemerintah membuka peluang bagi masyarakat yang memiliki lahan untuk pengembangan sawah baru.