Dr. Sirimon Reutrakul, ahli endokrinologi dari University of Illinois College of Medicine yang tidak terlibat dalam studi, menuturkan bahwa nafsu makan, durasi tidur, dan tingkat aktivitas fisik saling berhubungan erat. Berita baiknya, dampak negatif ini dapat dipulihkan secara bertahap. Reutrakul merujuk pada studi tahun 2022 yang menunjukkan bahwa orang yang biasanya kurang tidur dan kemudian menambah durasi tidurnya selama dua minggu mampu menekan asupan energi hingga 270 kalori per hari.
Penelitian ini mempertegas pentingnya menjaga durasi tidur optimal antara 7 hingga 9 jam setiap malam, karena perubahan sepele seperti tidur 6 jam alih-alih 7 jam sudah cukup untuk mengganggu keseimbangan metabolisme tubuh. dilansir cnbcindonesia.com