"Kami pun dulu sebelum jadi di lingkungan Kabinet Merah Putih, diretret dulu di Magelang, karena memang itu penting kalau menurut saya untuk meningkatkan disiplin, meningkatkan loyalitas, kerja sama, jiwa korsa, dan sebagainya. Ya mudah-mudahan itu tetap lagi dilaksanakan," pungkasnya.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada Selasa (23/6) mengonfirmasi dua peserta Program SPPI untuk KDMP dan KNMP meninggal dunia saat menjalani latsarmil, yakni Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan Anisa, yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, meninggal dunia akibat serangan panas (heat stroke).
Sementara itu, Yonanda, yang mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, meninggal dunia setelah mengalami penurunan kondisi fisik pada Senin (15/6) dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, ia meninggal dunia akibat henti jantung.
Kemhan kemudian mengumumkan satu peserta lainnya, Novia Rahmadhani Sihotang, meninggal dunia pada Rabu (24/6). Novia merupakan peserta Program SPPI KNMP 2026 yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta.