Beranda Hukum dan Kriminal KPK Dalami Dua OTT Diduga Bocor, Kepala Daerah Kabur dan Barang Bukti Diduga Dihilangkan

KPK Dalami Dua OTT Diduga Bocor, Kepala Daerah Kabur dan Barang Bukti Diduga Dihilangkan

Dugaan ini muncul setelah para target, yakni Bupati Kuansing Suhardiman Amby dan Bupati Langkat Syah Afandin, diduga telah mengetahui kedatangan tim penyidik.

0
Ilustrasi

CARAPANDANG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan kebocoran informasi pada dua operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Kabupaten Kuantan Singingi (Riau) dan Kabupaten Langkat (Sumatera Utara).

Dugaan ini muncul setelah para target, yakni Bupati Kuansing Suhardiman Amby dan Bupati Langkat Syah Afandin, diduga telah mengetahui kedatangan tim penyidik.

Dugaan kebocoran pertama terdeteksi saat OTT di Kuansing pada 29 Juni 2026. Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain tidak ditemukan tim di lokasi dan baru menyerahkan diri ke Gedung Merah Putih KPK pada Selasa (30/6) malam melalui pintu belakang.

KPK menduga informasi kedatangan tim telah bocor, bahkan Suhardiman diduga berupaya menghilangkan barang bukti berupa mobil Land Cruiser dengan menjualnya ke showroom.

Dugaan serupa terjadi pada OTT di Langkat, Binjai, dan Medan pada 2 Juli 2026 . Bupati Syah Afandin diduga mengetahui kedatangan tim sehingga mengubah rencana penyerahan uang Rp100 juta yang menjadi bagian operasi.

Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menyatakan pendalaman masih berlangsung untuk memastikan sumber kebocoran.

 "Kami juga akan lakukan evaluasi, apakah saat turun ke lapangan tidak bersama-sama atau berombongan, atau seperti apa, untuk menghindari hal-hal yang mungkin bukan bocor dari dalam, tetapi diduga oleh pihak-pihak di luar sehingga informasinya sampai kepada target kami," tegas Taufik dikutip Media Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait