Beranda Internasional Korban Tewas Capai 57 Orang, Spanyol Kerahkan Militer Usai 60.000 Migran Menerobos Ceuta

Korban Tewas Capai 57 Orang, Spanyol Kerahkan Militer Usai 60.000 Migran Menerobos Ceuta

Krisis kemanusiaan melanda Ceuta, enklave Spanyol di Afrika Utara, setelah sekitar 60.000 migran menerobos masuk dari Maroko melalui jalur darat dan laut dalam kurun waktu 24 jam hingga Kamis (30/7).

0
Puluhan ribu migran menerobos pembatas (Antonio Sempere/The Associated Press)

CARAPANDANG - Krisis kemanusiaan melanda Ceuta, enklave Spanyol di Afrika Utara, setelah sekitar 60.000 migran menerobos masuk dari Maroko melalui jalur darat dan laut dalam kurun waktu 24 jam hingga Kamis (30/7).

Otoritas setempat melaporkan sedikitnya 57 orang tewas, sebagian besar tenggelam dan beberapa tewas terinjak-injak saat berdesakan di perbatasan.

Presiden Ceuta, Juan Jesus Vivas, menyebut jumlah penerobosan setara 70 persen dari total populasi kota yang hanya sekitar 84.000 jiwa, dan menyatakan situasi sangat tidak berkelanjutan.

Pemerintah Spanyol menanggapinya dengan mengerahkan personel militer dan polisi untuk membantu Garda Sipil mengamankan perbatasan.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengutuk keras insiden ini sebagai pelanggaran kedaulatan teritorial Spanyol.

Ia menuding sindikat penyelundup manusia mengeksploitasi putusan Mahkamah Agung Spanyol yang melarang pemulangan langsung migran yang dicegat di laut sebagai pemicu lonjakan massal.

Hingga Jumat (31/7), Kementerian Dalam Negeri Spanyol mencatat lebih dari 48.000 migran telah kembali secara sukarela ke Maroko karena kesulitan mendapat makanan dan tempat tinggal.

Namun, perbatasan Beni Enzar di Melilla masih ditutup dan bentrokan kembali terjadi pada Sabtu (1/8/2026).

Insiden ini memicu reaksi di Eropa. Prancis memperketat pemeriksaan di perbatasan dengan Spanyol, sementara Italia mengancam akan menangguhkan perjanjian Schengen bebas visa dengan Spanyol.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait