Beranda Hukum dan Kriminal Komnas HAM Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

Komnas HAM Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

Permintaan ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menangani perkara tersebut secara profesional dan transparan.

0
Rekaman CCTV saat penyiraman air keras terhadap seorang aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus. (Istimewa/Beritasatu)

"Kami mencatat ini adalah serangan kedua terhadap aktivis dalam beberapa bulan terakhir. Negara hadir tidak cukup hanya dengan kecaman, tetapi harus dengan aksi nyata membongkar jaringan pelaku kekerasan terhadap pembela HAM," tegas Uli.

Menanggapi desakan tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pihaknya telah mendapatkan perintah langsung dari Presiden untuk mengusut tuntas kasus ini.

Polri juga telah membuka posko pengaduan di Mapolda Metro Jaya serta menyediakan hotline 110 dan 0812-8559-9191 bagi masyarakat yang memiliki informasi.

"Kami akan mengusut tuntas secara profesional dan transparan dengan mengedepankan scientific crime investigation. Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindaklanjuti dan kami berikan jaminan perlindungan," ujar Kapolri saat meninjau Stasiun Gubeng Surabaya, Minggu (15/2/2026).

Sementara itu, Wakil Menteri HAM Mugiyanto mengingatkan agar aparat kepolisian tidak menganggap kasus ini sebagai persoalan kecil. Ia menyebut peristiwa tersebut telah menjadi sorotan komunitas internasional, termasuk Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk, dan berpotensi mengganggu kredibilitas Indonesia di forum HAM dunia.

Pemerintah juga memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan Andrie Yunus yang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta akibat luka bakar serius di sekujur tubuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait