Penghargaan tersebut sejalan dengan berbagai langkah yang ditempuh Pemprov Sumbar dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM, pengembangan koperasi, penguatan ekosistem industri halal, serta pelestarian nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau sebagai fondasi pembangunan daerah.
Usai menerima penghargaan, Gubernur Mahyeldi menyampaikan rasa syukur dan menegaskan bahwa capaian itu merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat Sumbar.
“Alhamdulillah, penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Sumatera Barat. Ini bukan capaian individu, melainkan hasil kerja bersama pemerintah, pelaku usaha, ulama, tokoh adat, akademisi, dan seluruh masyarakat yang terus mendukung pembangunan daerah,” ujar Mahyeldi.
Menurut Mahyeldi, penguatan ekonomi umat merupakan salah satu strategi penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Karena itu, pemerintah terus mendorong pemberdayaan UMKM, koperasi, serta berbagai sektor usaha masyarakat agar semakin produktif dan berdaya saing.
“Kami akan terus mendorong penguatan ekonomi umat, UMKM, dan ekosistem halal yang sejalan dengan nilai adat dan agama sebagai fondasi pembangunan daerah. Kami meyakini pembangunan yang baik adalah pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa meninggalkan jati diri daerah,” tambahnya.