CARAPANDANG - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani merasa prihatin dengan adanya ancaman teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, saat momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
"Kami merasa prihatin dengan adanya ancaman yang terjadi di pelaksanaan MPLS," ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.
Lalu mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah agar momen MPLS dapat diarahkan ke hal-hal yang positif. Sehingga tidak ada kasus pembullyan atau pun kekerasan di sekolah.
"Kami sebenarnya dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu sudah diskusi berkali-kali agar MPLS ini tidak terjadi pembullyan, tidak terjadi kembali kekerasan, tidak terjadi perpeloncoan," katanya.
Politikus PKB ini kembali menegaskan agar MPLS harus diarahkan kepada hal-hal yang positif, yakni untuk memperkenalkan sekolah yakni terkait dengan sarana dan prasarana sekolah, fasilitas dan sebagainya.
Terlebih, dalam Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2026 telah dinyatakan secara jelas bahwa MPLS dilakukan dengan tujuan untuk hal-hal yang positif, untuk lebih adaptif, dan lebih inklusif.
"Dan tentunya memperkenalkan bagaimana sekolah itu sebagai sarana untuk mempersiapkan generasi unggul masa depan,"katanya.