Prinsip ini menunjukkan bahwa kepemimpinan seharusnya dipandang sebagai amanah yang harus dipikul dengan kerendahan hati, bukan ambisi. Pemimpin sejati adalah orang yang dipilih karena kapasitasnya dalam memimpin, bukan karena ‘merasa mampu’ yang dilandasi oleh ambisi pribadi semata.
Bagi masyarakat, kisah ini dapat menjadi teladan dan pengingat agar tidak sembarangan dalam memberikan kepercayaan terhadap pemimpin, apalagi jika yang dipilih telah memiliki catatan kepemimpinan yang tidak memuaskan. Kepemimpinan harus diserahkan kepada orang yang benar-benar layak: amanah, kompeten, berorientasi pada keadilan dan kemaslahatan, serta takut akan Allah Swt.