Beranda Sosok Kisah Menggetarkan: Bung Hatta, Sepatu Bally dan Sebuah Harga Diri

Kisah Menggetarkan: Bung Hatta, Sepatu Bally dan Sebuah Harga Diri

Lahir di Bukittinggi, 1902. Seorang cendekia, proklamator, wakil presiden, dan satu gelar yang mungkin paling pas menggambarkan laku hidupnya: Bapak Koperasi Indonesia

0
Kisah Menggetarkan: Bung Hatta, Sepatu, dan Sebuah Harga Diri

Bung Hatta tidak hidup dari jabatan. Setelah tidak lagi di pemerintahan, beliau tidak mendirikan partai, tidak membangun bisnis besar, tidak melobi siapa-siapa. Yang dilakukannya? Beliau menulis. Duduk di ruang kerja kecil. Menulis buku. Untuk dijual. Untuk makan. Sahabat, kita bicara tentang seorang mantan wakil presiden. Proklamator. Tapi dia memilih hidup dari pikirannya sendiri, bukan dari koneksi atau nostalgia kekuasaan

Suatu hari, listrik di rumah Bung Hatta diputus. Bukan karena beliau tak peduli, tapi karena memang tak ada uang untuk membayar tagihan. Bagi banyak orang, mungkin mudah saja meminta bantuan atau memanfaatkan jabatan. Tapi tidak bagi Hatta. Sejak muda, ia memilih hidup sederhana dan menolak segala bentuk keuntungan pribadi dari kekuasaan. Dalam sebuah surat, ia pernah menulis, “Saya tidak punya apa-apa. Tapi saya punya harga diri.” Bagi Hatta, harga diri itu seperti listrik sejati dalam hidup—memberi cahaya yang tak akan pernah padam, sekalipun lampu di rumahnya mati. Nilai inilah yang mengalir ke seluruh pemikiran beliau, termasuk tentang koperasi.

Koperasi: Menyalakan Cahaya untuk Semua

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait