CARAPANDANG.COM - Diceritakan, pada suatu hari seorang Arab pedalaman yang mengendarai untanya berhenti di depan pintu Masjid Nabawi. Dia pun menambatkan untanya lalu masuk masjid menemui Nabi Muhammad SAW. Di lokasi tersebut ada sejumlah sahabat yang sedang duduk bersama orang Muhajirin dan Anshar. Di antara mereka ada Nu'aiman.
Mereka berkata pada Nu'aiman, "Hebat, untanya itu gemuk. Maukah kamu menyembelihnya karena kita benar-benar ingin makan daging? Andaikan kamu melakukannya, pastilah Rasulullah SAW akan berutang untuk membayarnya, dan kita pun bisa makan daging."
Nu'aiman lantas menjawab, "Tapi jika aku melakukannya dan kalian memberitahukan perbuatanku kepada Rasulullah SAW pastilah beliau memarahiku."
"Kamu (kami anggap) tidak melakukan apa-apa!" sahut mereka.
Nu'aiman pun tak menolaknya. Dia lalu berdiri menghampiri unta itu dan benar saja langsung menyembelihnya. Setelah itu, dia buru-buru kabur.
Di perjalanan, dia bertemu Miqdad ibn Amru yang baru saja selesai menggali sebuah lubang. Nu'aiman pun minta untuk sembunyi di lubang itu. "Wahai Miqdad, sembunyikanlah aku di dalam lubang ini. Tutupilah aku dan jangan tunjukkan tempatku kepada siapa pun karena aku telah melakukan sesuatu," kata Nu'aiman. Miqdad mengiyakan.
Ketika orang Arab pedalaman keluar dari masjid dan melihat untanya mati, dia pun berteriak histeris. Nabi SAW pun keluar dan menanyakan siapa pelakunya. Para sahabat yang ada di lokasi mengatakan bahwa Nu'aiman pelakunya.