Beranda Sosok Kisah inspiratif Astin: Anak Seorang Tukang Kayu yang bisa Kuliah hingga Jepang, Kini Sukses Jadi Dosen ITB,

Kisah inspiratif Astin: Anak Seorang Tukang Kayu yang bisa Kuliah hingga Jepang, Kini Sukses Jadi Dosen ITB,

Tumbuh di desa kecil di Kebumen, Astin Nurdiana tak asing dengan anggapan bahwa perempuan cukup menjalani peran yang dalam budaya Jawa sering disederhanakan sebagai 3M: masak, macak, dan melahirkan

0
Ayahnya yang Tukang Kayu Mengantar Astin Nurdiana Kuliah hingga Jepang, Kini Jadi Dosen ITB

Kedua, teknologi penyimpanan karbon atau carbon storage. Teknologi ini bertujuan menangkap karbon dioksida hasil aktivitas manusia lalu menyimpannya di bawah tanah agar tidak semakin memperparah perubahan iklim.

Sempat Tumbang Saat Pandemi

Di balik pencapaian akademiknya, Astin juga pernah mengalami masa sulit. Pandemi Covid-19 membuat aktivitas laboratorium berhenti dan penelitiannya tertunda.

“Masa Ph.D. itu salah satu masa paling berat dalam hidup saya. Saya sempat sakit karena stres psikosomatis, susah tidur, dan merasa kewalahan ketika pandemi datang dan semua kegiatan di lab dihentikan,” kenangnya.

Psikosomatis adalah kondisi ketika tekanan psikologis memunculkan keluhan fisik, seperti sakit kepala, sulit tidur, atau kelelahan, meskipun tidak ditemukan gangguan organ tertentu. Pengalaman tersebut mengubah cara pandangnya.

“Dulu saya terlalu fokus pada logika dan hasil, seperti robot. Tapi setelah berinteraksi dengan banyak orang, saya belajar untuk lebih berempati, lebih memahami perasaan orang lain,” ujarnya.

Baginya, pendidikan ternyata tidak hanya membentuk kecerdasan, tetapi juga kepekaan terhadap orang lain.

Memilih Pulang dan Membangun Riset di Indonesia

Setelah menyelesaikan studi doktor dan sempat menjadi asisten profesor di Jepang, Astin memilih pulang pada 2025. Keputusan itu bukan semata karena rindu kampung halaman.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait