Penyerahan artefak dan koleksi peradaban maritim Kota Semarang ini dilakukan langsung oleh Ir. J.L.M. Siahaan, MCP selaku pemilik Rumah Budaya Medan, dalam acara yang berlangsung di Warung by Tangga, Kota Medan, sebagaimana diinformasikan akun resmi media sosial Pemerintah Kota Semarang. Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.
Yang menarik, artefak yang diserahkan bukan berasal dari Semarang, melainkan dari koleksi yang selama ini tersimpan di Medan, ribuan kilometer dari kota asalnya. Ini menunjukkan bagaimana jejak sejarah maritim Nusantara sering kali tersebar dan terselamatkan justru berkat inisiatif kolektor dan pegiat budaya perseorangan, bukan hanya lembaga resmi.
Semarang sendiri dikenal punya posisi strategis sebagai kota pelabuhan sejak masa lampau, menjadi salah satu simpul penting jalur perdagangan maritim di pesisir utara Jawa. Artefak yang diserahkan diharapkan memperkaya koleksi sejarah maritim kota tersebut sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat terhadap peran Semarang dalam jejaring pelayaran dan perdagangan di masa lalu.
Pemerintah Kota Semarang menyebut langkah ini sejalan dengan komitmen mereka melestarikan warisan sejarah dan budaya sebagai bagian dari identitas kota, sekaligus mendukung pengembangan pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata berbasis sejarah.