CARAPANDANG - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyatakan bahwa Semenanjung Korea berada di ambang perang nuklir akibat modernisasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Korea Selatan, dan berjanji akan mempercepat penguatan kemampuan nuklir negaranya.
Pernyataan tersebut disampaikan Kim dalam pidato penutupan rapat pleno Partai Buruh Korea yang berlangsung tiga hari hingga Senin (22/6), sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi KCNA pada Selasa (23/6).
Kim menuding Washington dan Seoul terus meningkatkan kekuatan militer di kawasan, termasuk mendorong Korea Selatan untuk memiliki kapal selam bertenaga nuklir. Ia juga menyoroti simulasi militer Kelompok Konsultatif Nuklir (NCG) yang melibatkan AS dan Korsel.
"Enam putaran simulasi telah menghasilkan skenario perang nuklir yang rinci dan spesifik. Ini adalah bukti jelas bahwa organisasi ini mendorong Semenanjung Korea semakin dekat ke jurang perang nuklir setiap hari," tegas Kim.
Sebagai respons, Korea Utara menegaskan akan memperluas dan memperkuat kemampuan pencegahannya.
KCNA melaporkan bahwa pengembangan kekuatan penangkal perang berbasis teknologi nuklir akan dilakukan dengan kecepatan lebih tinggi.
"Memperluas dan memperkuat kekuatan nuklir secara berkelanjutan adalah cara paling tepat untuk menghadapi situasi militer dan politik internasional yang tidak menentu," tulis KCNA mengenai hasil rapat tersebut.