Beranda Suara Senayan Ketua DPR: Jangan Sampai Indonesia Jadi "Markas" Sindikat Judol Internasional

Ketua DPR: Jangan Sampai Indonesia Jadi "Markas" Sindikat Judol Internasional

Seruan ini disampaikan menyusul penggerebekan markas judol di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, yang melibatkan 320 warga negara asing (WNA).

0
Ketua DPR RI Puan Maharani

Para WNA tersebut didominasi oleh warga negara Vietnam sebanyak 228 orang dan China sebanyak 57 orang. Sisanya berasal dari Myanmar (13 orang), Laos (11 orang), Thailand (5 orang), Malaysia (3 orang), dan Kamboja (3 orang).

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Wira Satya Triputra mengungkapkan bahwa para pelaku ditangkap saat tengah mengoperasikan situs judi online. Polisi menyita uang tunai Rp1,9 miliar dan 75 domain situs yang digunakan untuk aktivitas perjudian.

Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo juga menyuarakan peringatan serupa. Ia meminta aparat penegak hukum menyapu bersih jaringan judol hingga ke akar-akarnya.

"Negara tidak boleh kalah dengan bandar judi. Jangan biarkan Indonesia jadi surga bandar judi. Kalau ada yang mencoba menjadikan Indonesia sebagai surga judi online, aparat harus sapu bersih sampai ke akar-akarnya," tegas Rudianto.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menilai praktik judi online kini telah berkembang menjadi kejahatan terorganisir lintas negara yang mengancam ketahanan sosial nasional. Ia mendorong penguatan sinergi antarkementerian dan lembaga, termasuk pengawasan sistem keuangan, keimigrasian, dan ruang siber nasional.

Polri menegaskan komitmennya memberantas praktik perjudian online dan tidak ingin Indonesia dijadikan tempat operasi jaringan judi internasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait