Beranda Komunitas Ketika Musik Rock Selezat Kue Balok

Ketika Musik Rock Selezat Kue Balok

Kalau sebuah band ingin didengar, mereka harus benar-benar bermain. Dan kalau ingin punya lagu, mereka harus membuat lagu.

0
Istimewa

Selain Disco 2000, blunt_id juga membawakan “Australia” dari Manic Street Preachers. Saya kembali tercengang. Manic Street Preachers membawa warna yang lebih keras, lebih guitar-driven, dan punya tempat khusus dalam sejarah alternative rock  Inggris.

Dan tiba-tiba saya menyadari bahwa sore itu blunt_id sedang menunjukkan sesuatu yang mungkin tidak langsung terlihat dari angka usia mereka. Mereka memang berasal dari 1995. Tetapi referensi musik mereka tidak berhenti di Indonesia. Mereka mendengarkan dunia, menyerap pengaruh, memainkan kembali lagu-lagu yang menjadi bagian dari perjalanan musikal mereka. Dan dengan royal membagikan sensasinya pada penonton yang antusias hadir.

Bagi saya, dua lagu cover itu justru membuat pertunjukan mereka terasa semakin personal. Karena ketika sebuah band memilih lagu dari sang patron untuk dibawakan, mereka sebenarnya sedang memperlihatkan sedikit isi kepalanya, sedikit isi hatinya, sedikit sejarah hidupnya. Kita jadi tahu siapa yang pernah mereka dengarkan ketika masih muda.

***

Selesai pentas saya kembali menemui mereka di belakang panggung. Kami mengobrol sambil ditemani lagi-lagi satu loyang kue balok lumer, kali ini ditemani bercangkir-cangkir kopi tubruk dan botol-botol air minum distilasi. Berbeda dengan kumpulan laki-laki atau personil band pada umumnya, tak ada kepulan asap rokok diantara saya dan mereka. Gelagat kami mirip betul dengan sekumpulan suami-suami taat istri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait