Inovasi tersebut diketahui mengintegrasikan sensor Photoplethysmography (PPG), akselerometer, dan giroskop guna memantau kondisi fisiologis serta gerakan kepala pengendara.
“Perkembangan teknologi IoT dan smart mobility juga membuka peluang besar untuk menghadirkan sistem keselamatan yang lebih preventif, murah, dan mudah diimplementasikan,” kata Mahesya, dikutip dari laman ITB.
Helm Dapat Mendeteksi Kondisi Pengendara
Tidak seperti helm pada umumnya yang fungsi utamanya melindungi kepala saat kecelakaan, SADAR Helmet memiliki fungsi tambahan, yakni mendeteksi kondisi pramicrosleep pada pengendara sebelum kecelakaan.
Sistem pada helm tersebut menggunakan kombinasi multi sensor untuk hasil yang lebih akurat, dengan biaya implementasi yang relatif terjangkau dibandingkan sistem berbasis kamera atau EEG. Sistem tersebut juga dapat dipasang secara retrofit pada helm standar SNI tanpa mengubah struktur helm.
Teknologi IoT pada helm dirancang untuk pemantauan dan komunikasi data, sensor PPG untuk membaca detak jantung dan Heart Rate Variability (HRV), serta akselerometer dan giroskop untuk mendeteksi pola gerakan kepala.
Sistem akan memanfaatkan machine learning dan sensor fusion untuk mengklasifikasikan kondisi kantuk yang dialami pengendara.
Ingin Dikembangkan Lebih Lanjut, Berharap Bisa Diproduksi Massal
Lewat inovasi ini tim iConic juga berharap agar SADAR Helmet mampu menekan angka kecelakaan akibat microsleep di Indonesia.