Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, kata dia, BGN menemukan beberapa bentuk ketidakpatuhan terhadap SOP, salah satunya proses pengolahan makanan yang dilakukan jauh lebih awal dari waktu yang telah ditetapkan.
"Kami melihat beberapa sebab, ini kita ngomong lebih umum, misal SOP-nya dia masaknya kecepatan. Kalau di Papua, kita lihat dari lock (kunci), lock dapurnya itu kan, kita ada sistem lock-nya, dia kapan persiapan, kapan mencacah, kapan dimasak, itu ada," ujar Sudaryono.
Ia menegaskan kedisiplinan dan kepatuhan terhadap SOP merupakan kunci dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan. Oleh karena itu BGN akan memperketat pengawasan terhadap seluruh proses operasional SPPG.
Apabila ditemukan unsur kesengajaan, BGN akan menyerahkan penanganannya kepada pihak yang berwenang untuk dilakukan pemeriksaan.
"Ini kan masalah kedisiplinan. Nah, ini kita lagi cari formula, kalau memang ada unsur-unsur lain, ya misalnya ada unsur kesengajaan, sabotase, dan lain-lain, kami tidak segan-segan untuk kemudian diperiksa oleh pihak kepolisian, dan memang kalau ada, ya kita serahkan semua," tutur Sudaryono.