CARAPANDANG.COM- Dokter spesialis anak konsultan gastrohepatologi dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A(K), Subsp. G.H. menyampaikan perlunya orang tua mengenali dan memperhatikan indikator kesehatan saluran cerna anak.
"Hal yang harus kita lihat pertama dari bentuk, ukuran, warna, dan frekuensi. Kalau dari bentuk feses, ada yang berbentuk bulat, ada yang ambyar, ada yang kayak pisang," kata lulusan Universitas Indonesia itu dalam acara diskusi di Jakarta, Kamis.
Ia menyampaikan bahwa Infant Stool Form Scale dapat digunakan sebagai panduan dalam mencari tahu kondisi feses bayi berusia di bawah 12 bulan dan Bristol Stool Chart untuk anak berusia di atas satu tahun.
Pada bayi berusia di bawah 12 bulan, ia menjelaskan, kalau fesesnya sedikit dan keras maka ada kemungkinan bayi mengalami konstipasi. Kalau feses cukup banyak dan cair, maka bayi mungkin mengalami diare.
Dokter Frieda menyampaikan bahwa pada anak berusia di atas satu tahun jenis feses dikategorikan menjadi tujuh tipe.
Anak diindikasikan mengalami konstipasi kalau fesesnya berbentuk seperti kacang dan gumpalan terpisah (tipe 1).
Bentuk feses tipe 2 (seperti sosis) juga bisa mengindikasikan anak mengalami konstipasi.
Bentuk feses tipe 3 (serupa sosis dengan retakan pada permukaan) dan tipe 4 (serupa sosis atau ular dengan permukaan halus), menurut dr. Frieda, merupakan bentuk feses yang normal dan ideal.