CARAPANDANG.COM- Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengatakan pengerahan ribuan personel Indonesia ke Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk Jalur Gaza, Palestina, akan dilakukan secara bertahap dan rencana pengiriman masih menunggu finalisasi.
"Tentu akan ada tahapan-tahapannya, tetapi hal ini masih perlu dipastikan secara detail ... karena tidak mungkin langsung dikirim sebanyak itu dalam satu waktu," kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang saat ditemui usai taklimat media di Jakarta, Jumat (27/2).
Ia menambahkan pengerahan secara bertahap adalah hal yang lumrah dalam operasional pasukan penjaga perdamaian, tak terkecuali personel RI yang akan bertugas di ISF.
Teknis pengerahan pasukan RI ke Gaza, kata Yvonne, masih akan dimatangkan oleh Kemlu dengan pihak terkait seperti TNI dan Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Pembahasan mencakup batasan mandat (caveat) dalam pengerahan pasukan RI di Gaza, seperti penekanan hanya pada misi non-tempur dan tidak untuk demiliterisasi, katanya.
Yvonne menegaskan bahwa Kemlu terlibat aktif bersama Kemhan dalam seluruh proses perencanaan pengerahan pasukan RI untuk misi kemanusiaan di Gaza.
"Semua akan ada tahapannya dan teknisnya juga dirancang bersama rekan di Kemhan ... proses penetapan Wakil Panglima ISF juga masih dalam proses," ujarnya.