Ia juga meluruskan bahwa foto dirinya bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang beredar adalah dokumentasi kegiatan pada 2 Mei 2025, di mana sepatu yang diberikan merupakan bantuan dari APBD Pemprov Jatim, bukan hasil pengadaan Kemensos.
"Kami ingin program strategis Bapak Presiden khususnya penyelenggaraan Sekolah Rakyat tidak dikotori oleh praktik-praktik korupsi, praktik-praktik yang tidak terpuji," tegas Gus Ipul.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyambut positif langkah kolaboratif ini sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi penyimpangan anggaran.
"Dalam rangka pencegahan, kami melakukan diskusi terkait dengan program Sekolah Rakyat, khususnya bagaimana kita ke depannya melakukan mitigasi-mitigasi adanya potensi penyimpangan," kata Budi.
Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo yang turut hadir dalam audiensi memberikan wejangan agar pelaksanaan program strategis ini tidak diwarnai penyelewengan.
"Kita mendukung program-program yang baik ini, namun di dalam pelaksanaannya diharapkan tidak ada suatu penyelewengan, tidak ada suatu penyimpangan," ujar Ibnu.
Gus Ipul memastikan Kemensos terbuka terhadap audit maupun pemeriksaan dari lembaga resmi, termasuk BPK dan BPKP, serta lembaga non-pemerintah untuk ikut memonitor proses pengadaan.
Dia mengatakan, hasil evaluasi dari KPK akan dijadikan pedoman untuk memperbaiki kinerja ke depan.