Beranda Kesehatan Kemenkes Perkuat Surveilans Antisipasi Varian Covid-19 'Cicada'

Kemenkes Perkuat Surveilans Antisipasi Varian Covid-19 'Cicada'

Hingga akhir Maret 2026, varian tersebut dipastikan belum ditemukan di Indonesia.

0
Ilustrasi

CARAPANDANG - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus melakukan penguatan surveilans dan pelaporan rutin untuk mengantisipasi masuknya varian baru Covid-19 BA.3.2 atau yang dijuluki 'Cicada'. Hingga akhir Maret 2026, varian tersebut dipastikan belum ditemukan di Indonesia.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyatakan bahwa varian yang masih mendominasi di Indonesia adalah XFG (57 persen), LF.7 (29 persen), dan XFG 3.4.3 (14 persen). Ketiga varian ini tergolong dalam kategori risiko rendah.

"Varian dominan Covid-19 yang ada di Indonesia saat ini termasuk dalam kategori varian dengan risiko rendah, sehingga tidak perlu panik, namun tetap penting menjaga protokol kesehatan," kata Aji di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Meskipun situasi masih terkendali, Kemenkes melakukan pemantauan influenza dan Covid-19 secara rutin melalui 39 puskesmas, 35 rumah sakit, dan 14 Balai Karantina Kesehatan di pintu masuk negara.

Pemantauan ini dilakukan untuk menelusuri kasus, karakteristik virus, serta tingkat keparahan gejala.

Berdasarkan data hingga pekan ke-12 tahun 2026, dari 114 pemeriksaan Covid-19 yang dilakukan, tidak ditemukan kasus positif dengan tingkat positivity rate 0 persen.

Kemenkes memastikan belum ada tindakan khusus berupa pengetatan di pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan, mengingat situasi masih terkendali dan berisiko rendah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait