Berbeda dengan program sekolah unggulan lainnya, ia menilai konsep sekolah tersebut tidak menerapkan sistem asrama.
"Ini memang dirancang untuk mereka yang mempunyai kemampuan akademik yang tinggi atau di atas rata-rata dan semuanya tidak berasrama," ujarnya.
Menurut dia, sejumlah daerah yang telah siap akan mulai menyelenggarakan program tersebut pada tahun ini.
"Tahun ini akan kami bangun di beberapa daerah yang sudah siap untuk menyelenggarakan pendidikan ini," katanya.
Abdul Mu'ti mengatakan penyusunan kurikulum Sekolah Nasional Terintegrasi telah selesai dilakukan.
Saat ini Kemendikdasmen tengah menyiapkan skema rekrutmen tenaga pendidik untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
"Mudah-mudahan ajaran baru tahun ini sudah kita mulai beberapa Sekolah Nasional Terintegrasi," ujarnya.
Ia belum menyampaikan rincian data daerah yang akan menjadi lokasi pelaksanaan program pada tahap awal.
Namun, lanjutnya, untuk sementara kegiatan belajar mengajar akan memanfaatkan balai milik Kemendikdasmen di daerah sambil menunggu pembangunan gedung sekolah.
"Kami akan mulai beberapa diselenggarakan di balai-balai yang kita punya karena gedungnya kan belum ada, nanti kami akan mulai dulu skema pelaksanaannya seperti apa sambil kita bangun," katanya.
Menurut Abdul Mu'ti, berbagai program pendidikan yang digagas pemerintah bertujuan menciptakan sumber daya manusia yang berdaya saing melalui penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.