Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program pemulihan pendidikan di Provinsi Sumatra Barat yang menjangkau 242 sekolah terdampak bencana. Hingga saat ini, bantuan yang telah disalurkan meliputi 3.756 eksemplar buku bacaan serta voucer pendidikan dengan total nilai Rp340 juta. Nilai bantuan per sekolah berkisar antara Rp5 juta hingga Rp25 juta, disesuaikan dengan tingkat dampak bencana yang dialami. Kegiatan penyaluran dilaksanakan secara bertahap pada 29–31 Januari dan 4 Februari 2026.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa pendekatan literasi dipilih sebagai salah satu strategi dalam pemulihan pendidikan pascabencana. “Pada tahap ini, Kemendikdasmen menyalurkan buku bacaan dalam jumlah yang lebih besar, disertai voucer pendidikan yang dapat dimanfaatkan sekolah untuk mendukung perbaikan sarana fisik pembelajaran. Kami ingin memastikan pemulihan pendidikan berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ujarnya.