Beranda Warta Kementerian Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru SD Mengajar Bahasa Inggris melalui Program PKGSD-MBI

Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru SD Mengajar Bahasa Inggris melalui Program PKGSD-MBI

Program pelatihan guru mengajar Bahasa Inggris akan dilakukan secara bertahap hingga tahun ajaran baru 2027/2028.

0
ilustrasi/istimewa

“Kami memahami bahwa bagi sebagian guru, mengajar Bahasa Inggris mungkin terasa sebagai tantangan baru. Namun saya ingin mengajak Bapak/Ibu untuk melihatnya bukan sebagai beban tambahan, melainkan sebagai kesempatan untuk berkembang bersama murid-murid kita,” ujar Direktur Rachmadi, di Jakarta, Senin (9/3).
 
Rachmadi menegaskan bahwa guru pada hakikatnya adalah pembelajar sepanjang hayat. Ketika guru terus belajar dan meningkatkan kapasitasnya, maka ruang kelas akan menjadi ruang belajar yang hidup bagi para murid.
 
Ia menambahkan bahwa penguatan pembelajaran Bahasa Inggris di SD merupakan bagian dari upaya membekali murid dengan kemampuan dasar yang relevan dengan perkembangan zaman.
 
Lebih lanjut, Rachmadi juga mendorong para peserta pelatihan untuk berbagi praktik baik kepada rekan sejawat agar manfaat pelatihan dapat dirasakan secara lebih luas.
 
“Oleh karena itu, setelah mengikuti pelatihan ini kami berharap Ibu dan Bapak tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh di kelas masing-masing, tetapi juga berbagi praktik baik kepada rekan sejawat melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) ataupun forum profesional lainnya. Dengan cara ini, manfaat pelatihan tidak berhenti pada peserta yang hadir hari ini, tetapi dapat menjangkau lebih banyak guru dan lebih banyak murid,” tambah Rachmadi.
 
Rachmadi juga menyampaikan bahwa program PKGSD-MBI difokuskan pada penguatan kompetensi guru dalam dua aspek utama, yaitu peningkatan kemahiran berbahasa serta penguasaan pedagogi dalam pembelajaran Bahasa Inggris di SD.
 
Pelatihan ini dirancang dengan pendekatan yang sederhana dan menyenangkan agar para guru dapat mengikuti proses pembelajaran dengan nyaman tanpa merasa terbebani. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan para peserta tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung dalam praktik pembelajaran di kelas.
 
Sebagai bagian dari upaya pemerataan akses peningkatan kompetensi guru, Kemendikdasmen juga memberikan kesempatan bagi guru SD yang belum mengikuti pelatihan untuk tetap dapat belajar secara mandiri. Para guru dapat mengakses materi pelatihan melalui Learning Management System (LMS) serta mempelajari modul melalui fitur Pembelajaran Mandiri pada platform Rumah Pendidikan.
 
Pelaksanaan program ini juga melibatkan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) serta Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung proses penjaringan dan fasilitasi peserta pelatihan. (Sumber: Kemendikdasmen.go.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait