Melalui pendekatan ini, pihaknya mengajak peserta didik untuk memahami konsep secara utuh, menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari, serta mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi agar mampu menghadapi berbagai persoalan yang semakin kompleks.
Atip juga mengingatkan setiap aktivitas di ruang digital memiliki konsekuensi hukum, etika, dan tanggung jawab yang perlu dipahami sejak dini.
Oleh karena itu, ia menegaskan literasi digital harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan kemampuan berpikir kritis.