CARAPANDANG.COM- Akumulasi kebiasaan sehari-hari bisa membuat hormon kortisol tetap aktif dan kondisi ini dapat menimbulkan stres, kegelisahan, atau kelelahan emosional terus menerus.
Sebagaimana dikutip dalam siaran Hindustan Times pada Jumat (2/1), dokter ahli anestesi dan pengobatan nyeri Kunal Sood mengemukakan kebiasaan sehari-hari yang dapat mengganggu keseimbangan kortisol, yang disebut hormon stres, dan meningkatkan respons stres tubuh.
"Kortisol membantu Anda mengatasi stres, tetapi kebiasaan sehari-hari dapat membuat kadarnya tetap tinggi atau mengganggu ritme normalnya. Hal ini dapat memengaruhi tidur, metabolisme, suasana hati, dan pemulihan. Peningkatan kortisol sering kali berasal dari berbagai stres harian," ia menjelaskan.
Berikut kebiasaan-kebiasaan sehari-hari yang menurut Dr. Kunal Sood bisa mengganggu keseimbangan kortisol di dalam tubuh.
Kurang tidur
Dr. Sood menyampaikan bahwa tidur cukup membantu menekan kadar kortisol pada malam hari dan kurang tidur malam menyebabkan hormon stres ini meningkat, memperbesar respons stres keesokan harinya.
Olahraga berlebihan
Latihan olahraga berlebihan tanpa istirahat cukup dapat membuat kadar kortisol tetap tinggi dan mengganggu keseimbangan stres tubuh.
"Olahraga meningkatkan kortisol secara singkat, lalu seharusnya kembali normal. Ketika latihan melebihi pemulihan, ritme kortisol menjadi tidak normal, mencerminkan disfungsi sumbu HPA, bukan adaptasi yang sehat," kata Dr Sood.