Beranda Internasional KBRI Phnom Penh "Diserbu" Ratusan WNI Eks Karyawan "Online Scame" Kamboja

KBRI Phnom Penh "Diserbu" Ratusan WNI Eks Karyawan "Online Scame" Kamboja

Secara kumulatif, sepanjang Januari 2026, sudah 375 WNI melapor ke KBRI. Sebanyak 243 di antaranya datang dalam rentang 16-17 Januari, disusul 65 orang lagi pada 18 Januari.

0
WNI Eks pekerja online Scame di Kamboja ( tangkapan layar KBRI Phnom Penh)

CARAPANDANG - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh mencatat lonjakan signifikan Warga Negara Indonesia (WNI) yang melapor usai keluar dari sindikat penipuan daring di Kamboja. Dalam dua hari terakhir, tercatat 308 WNI datang secara langsung ke KBRI.

Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menyatakan lonjakan tersebut seiring dengan intensifikasi pemberantasan sindikat penipuan berdasarkan instruksi Perdana Menteri Kamboja Hun Manet.

“Para sindikat akhirnya melepas pekerjanya begitu saja,” ujar Dubes Santo melalui pernyataan di akun Instagram KBRI Phnom Penh, Senin (19/1/2026).

Secara kumulatif, sepanjang Januari 2026, sudah 375 WNI melapor ke KBRI. Sebanyak 243 di antaranya datang dalam rentang 16-17 Januari, disusul 65 orang lagi pada 18 Januari.

Menurut Dubes Santo, kondisi WNI pada umumnya aman dan sehat, namun menghadapi beragam masalah administrasi.

“Ada yang pegang paspor, dan ada yang paspornya disita sindikat. Ada yang statusnya ‘overstay’, dan ada yang masih punya izin tinggal yang valid,” jelasnya.

KBRI Phnom Penh akan menangani kasus ini dengan prosedur standar yang telah diterapkan sebelumnya dan meningkatkan koordinasi dengan otoritas setempat serta pemerintah Indonesia untuk mempercepat proses deportasi.

“Namun, seluruh WNI diarahkan untuk pulang ke tanah air secara mandiri,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait