"Hubungan antara komunitas, seniman, pekerja media, wirausahawan, dan pelaku budaya akan semakin memperkaya kemitraan kita serta membuka pintu-pintu baru bagi generasi yang akan datang. Persahabatan ini tidak terbentuk dalam sekejap, melainkan telah dirajut dari generasi ke generasi melalui sejarah bersama, hubungan yang erat, dan rasa saling percaya," jelas Irene.
Irene mengungkapkan tahun ini punya makna yang sangat istimewa karena memperingati 35 tahun hubungan ASEAN-China, sekaligus lima tahun kemitraan strategis komprehensif ASEAN–China.
"Selama 35 tahun terakhir, persahabatan ASEAN dan China telah berkembang menjadi kemitraan yang nyata dan berdampak. Hubungan ini tercermin dalam perdagangan, investasi, konektivitas, kerja sama di berbagai bidang, serta yang paling penting, hubungan antarmasyarakat yang semakin dekat," ungkap Irene.
Irene juga mengungkapkan pepatah China yang berbunyi "Měi měi yǔ gòng, tiānxià dàtóng" yang berarti ketika setiap keindahan dapat saling menghargai dan hidup berdampingan, dunia akan menjadi tempat yang harmonis bagi semua.
"Karya-karya ini mengingatkan kita bahwa meskipun kita berasal dari budaya, bahasa, dan latar belakang yang beragam, kita tetap terhubung oleh nilai-nilai mendasar yang sama, yaitu persahabatan, kerja sama, dan semangat untuk maju bersama," ungkap dia.