Obesitas terjadi ketika jumlah kalori yang masuk lebih besar dibandingkan yang dibakar tubuh.
3. Dislipidemia (Kolesterol Tinggi)
Dislipidemia adalah kondisi kadar lemak dalam darah, seperti kolesterol dan trigliserida, berada di atas batas normal.
Penyebab:
Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans
Kurang olahraga
Merokok
Faktor keturunan
Kondisi ini dapat memicu aterosklerosis, yaitu penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak lemak.
4. Asam Urat (Hiperurisemia)
Asam urat terjadi akibat penumpukan kristal asam urat di persendian, menimbulkan nyeri dan peradangan.
Penyebab:
Konsumsi makanan tinggi purin (jeroan, seafood tertentu, daging merah)
Gangguan fungsi ginjal
Obesitas
Faktor genetik
Hiperurisemia terjadi ketika produksi asam urat meningkat atau pengeluarannya melalui ginjal terganggu.
5. Hipertiroidisme dan Hipotiroidisme
Kedua kondisi ini berkaitan dengan gangguan metabolisme akibat kelainan hormon tiroid.
Hipertiroidisme: Produksi hormon tiroid berlebihan sehingga metabolisme tubuh terlalu cepat.
Hipotiroidisme: Produksi hormon tiroid kurang sehingga metabolisme melambat.
Penyebab:
Penyakit autoimun (seperti Graves atau Hashimoto)
Gangguan kelenjar tiroid
Kekurangan atau kelebihan yodium
6. Sindrom Metabolik