Beranda Internasional Iran Tegaskan Program Rudal Tak Bisa Ditawar, AS Desak Perluasan Agenda Negosiasi

Iran Tegaskan Program Rudal Tak Bisa Ditawar, AS Desak Perluasan Agenda Negosiasi

Ali Shamkhani, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, menyatakan bahwa kapabilitas pertahanan Iran merupakan garis merah yang tidak dapat dikompromikan.

0
Ilustrasi

CARAPANDANG - Pemerintah Iran kembali menegaskan bahwa program rudal balistik negaranya bersifat non-negotiable atau tidak dapat dirundingkan, menyusul rencana putaran kedua perundingan tidak langsung dengan Amerika Serikat yang digagas melalui mediasi Oman.

Mengutip laporan Al Jazeera, Ali Shamkhani, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, menyatakan bahwa kapabilitas pertahanan Iran merupakan garis merah yang tidak dapat dikompromikan. Pernyataan itu disampaikan dalam acara peringatan 47 tahun Revolusi Islam, Rabu (11/2/2026), dan dilansir oleh media setempat.

Pernyataan tersebut muncul setelah putaran pertama perundingan yang berlangsung di Oman pekan lalu belum membuahkan hasil. Iran menghendaki pembahasan hanya terbatas pada isu nuklir, sementara AS mendesak agar topik program rudal balistik dan pengaruh regional Iran turut masuk dalam agenda.

“Bagi Iran, pembicaraan soal kemampuan defensif tidak bisa diterima. Adalah argumen yang tidak masuk akal jika sebuah negara diserang lalu diminta untuk menyerahkan alat pertahanan utamanya,” ujar Hassan Ahmadian, profesor asosiat dari Universitas Tehran.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya siap membuktikan program nuklirnya bersifat damai, namun tidak akan tunduk terhadap tuntutan yang dianggap berlebihan.

“Kami tidak akan menyerah terhadap agresi, tetapi dialog dengan seluruh kekuatan kami lanjutkan bersama negara tetangga demi perdamaian dan ketenangan kawasan,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait