Beranda Internasional Iran Targetkan Daratan AS untuk Serangan Balasan

Iran Targetkan Daratan AS untuk Serangan Balasan

Biro Investigasi Federal AS (FBI) mengeluarkan peringatan kepada departemen kepolisian di California mengenai rencana Iran untuk meluncurkan serangan drone ke wilayah Pantai Barat.

0
istimewa

Ancaman drone di perbatasan Meksiko Selain ancaman dari Iran, intelijen AS juga menyoroti kekhawatiran terkait meluasnya penggunaan teknologi drone oleh kartel narkoba Meksiko.  Terdapat kekhawatiran teknologi ini dapat digunakan untuk menyerang personel militer dan penegak hukum AS di dekat perbatasan. Sebuah buletin tertulis dari September 2025 mengungkapkan adanya laporan yang menyebutkan pemimpin kartel Meksiko mengizinkan serangan menggunakan drone pembawa bahan peledak. "Serangan jenis ini terhadap personel atau kepentingan AS di dalam wilayah AS akan menjadi hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, namun merupakan skenario yang masuk akal," tulis dokumen tersebut.

Menanggapi situasi keamanan ini, kantor Gubernur California Gavin Newsom menyatakan telah berkoordinasi dengan otoritas terkait. "Kantor Layanan Darurat Gubernur secara aktif bekerja sama dengan pejabat keamanan tingkat negara bagian, lokal, dan federal untuk melindungi komunitas kami," ujar perwakilan kantor Gubernur. Sementara itu, Departemen Sheriff Los Angeles (LASD) menyatakan tetap mempertahankan tingkat kesiagaan yang tinggi.  Mereka meningkatkan patroli di rumah ibadah, institusi budaya, dan lokasi-lokasi menonjol lainnya sebagai langkah antisipasi.

"Kami telah meninjau rencana pengerahan personel secara proaktif, meningkatkan koordinasi dengan stasiun patroli, dan memastikan sumber daya tambahan tersedia jika diperlukan," ungkap LASD dalam pernyataan resminya.

Mantan Kepala Intelijen Kementerian Keamanan Dalam Negeri John Cohen menilai langkah FBI mengeluarkan peringatan ini sudah tepat agar otoritas lokal dapat bersiap.

"Kita tahu Iran memiliki kehadiran yang luas di Meksiko dan Amerika Selatan. Mereka memiliki hubungan, mereka memiliki drone, dan sekarang mereka memiliki insentif untuk melakukan serangan," kata Cohen. Hingga saat ini, pejabat intelijen terus memantau kemungkinan adanya peralatan tempur Iran yang telah ditempatkan lebih dulu, baik di darat maupun di kapal laut, sebagai antisipasi atas konfrontasi yang terus berlanjut.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait