Oman, yang selama ini menjadi mediator, baru saja memfasilitasi putaran ketiga perundingan antara AS dan Iran di Jenewa, Swiss, pada Kamis (26/2/2026).
Perundingan tersebut bahkan telah menyepakati untuk mengadakan pertemuan lanjutan di Wina, Austria, pekan depan.
Menteri Luar Negeri Oman, Badr al-Busaidi, yang saat serangan berlangsung sedang berada di Washington DC, sebelumnya menyatakan optimismenya bahwa "kesepakatan damai berada dalam jangkauan kita" jika diplomasi diberi ruang.
Namun, optimisme itu pupus setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan ketidaksenangannya terhadap hasil perundingan. Beberapa jam sebelum serangan, Trump mengindikasikan akan memberi lebih banyak waktu bagi negosiasi, namun kemudian serangan justru dilancarkan.