Di tengah kebijakan pengetatan tersebut, Iran memberikan pengecualian bagi kapal-kapal berbendera India. Sumber dari otoritas Iran mengonfirmasi bahwa kapal India diizinkan untuk melintas dengan aman di selat yang strategis itu.
Keputusan ini muncul setelah Menteri Luar Negeri India, S. Jaishankar, melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Selasa (10/3/2026) malam.
Isu keselamatan navigasi kapal tanker di Selat Hormuz menjadi agenda utama dalam diskusi tersebut.
Kementerian Perkapalan India melaporkan bahwa saat ini terdapat 28 kapal berbendera India yang beroperasi di kawasan Teluk Persia, dengan total 778 awak kapal berkewarganegaraan India.
Sebuah ruang kendali 24 jam telah diaktifkan sejak 28 Februari 2026 untuk memantau perkembangan dan mengoordinasikan bantuan bagi para pelaut India.
Sebagai respons terhadap gejolak pasar akibat konflik, Departemen Energi Amerika Serikat mengumumkan rencana untuk melepas 172 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve) mulai pekan depan. Proses distribusi ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar 120 hari .
Sebelumnya, Badan Energi Internasional (IEA) juga telah mengumumkan pelepasan 400 juta barel minyak dari cadangan darurat 32 negara anggotanya untuk mengatasi gangguan pasokan di tengah konflik.