Larijani adalah figur kawakan dengan pengalaman hampir 50 tahun. Kariernya dimulai di Garda Revolusi (IRGC) saat perang Iran-Irak, lalu menjabat Menteri Kebudayaan, direktur penyiaran nasional, hingga Ketua Parlemen selama 12 tahun.
Sebagai diplomat ulung, ia pernah menjadi negosiator nuklir utama Iran pada 2005-2007, dan baru kembali menjabat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional pada Agustus 2025.
Gugurnya Larijani terjadi hanya sehari setelah Israel juga menewaskan Gholamreza Soleimani, komandan pasukan sukarelawan Basij, dalam serangan terpisah. Netanyahu menyebut kedua tokoh ini tewas dalam waktu 24 jam.
Konflik regional sedang memuncak. Serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran sejak 28 Februari telah memicu aksi balasan Iran dan sekutunya terhadap kepentingan Israel dan AS di seluruh Timur Tengah. Perang yang telah memasuki hari ke-19 ini juga berdampak pada pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz.