CARAPANDANG.COM, KAIRO -- Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran pada Selasa (17/3) mengatakan bahwa mereka menggunakan rudal balistik baru "Haj Qasem" untuk pertama kalinya dalam gelombang serangan terbaru terhadap Israel, dan menyebutnya sebagai senjata berpemandu presisi canggih yang dinamai berdasarkan nama almarhum komandan Qassem Soleimani, menurut laporan kantor berita Iran, Tasnim.
Tasnim melaporkan bahwa IRGC mengeklaim serangan tersebut menargetkan sejumlah lokasi di Beit Shemesh, Tel Aviv, dan Yerusalem. Laporan itu juga menyebutkan rentetan serangan tersebut dikabarkan menghantam pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan, termasuk fasilitas-fasilitas di Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), dan Irak.
IRGC menyatakan bahwa operasi tersebut melibatkan penggunaan drone dan beberapa jenis rudal balistik lainnya, termasuk model Ghadr, Emad, dan Fattah, serta memperingatkan akan adanya serangan lanjutan.
Haj Qasem milik Iran merupakan rudal balistik jarak menengah berbahan bakar padat yang dapat ditembakkan melalui peluncur mobile, dengan jangkauan jarak yang dilaporkan sekitar 1.400 kilometer dan dirancang untuk menghantam target-target bernilai tinggi.