Made juga menyebut destinasi seperti Labuan Bajo, Lombok, dan Gili mengalami peningkatan popularitas, menunjukkan adanya diversifikasi tujuan wisata dalam beberapa tahun terakhir.
Di sisi lain, Kemenpar mencatat adanya penurunan kunjungan wisatawan dari Timur Tengah dan Eropa pada awal 2026, sementara wisatawan dari Asia Tenggara, Asia lainnya, Oseania, dan Afrika justru meningkat.
Pemerintah pun terus mendorong promosi melalui agen perjalanan dan pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar pariwisata Indonesia.