Pada 13 April, Angkatan Laut AS mulai memblokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Washington membebaskan kapal-kapal selain Iran untuk melintasi Selat Hormuz, selama mereka tidak membayar pungutan kepada Teheran.
Otoritas Iran belum mengumumkan pemberlakuan pungutan, tetapi telah membahas rencana tersebut.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap di Iran, hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran menanggapi dengan menyerang wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Banyak negara di kawasan ini bahkan menutup sebagian atau seluruh wilayah udaranya, di tengah risiko serangan rudal dan pesawat nirawak.
Sumber: Sputnik