Selain memangkas biaya logistik, Kepala Badan Karantina Sulawesi Tengah Alfian mengatakan ekspor durian ke China menawarkan peluang keuntungan besar bagi petani karena harganya cenderung lima hingga tujuh kali lipat lebih tinggi dibandingkan harga di dalam negeri.
Saat ini, sudah terdapat delapan rumah pengemasan durian beku yang telah mengantongi izin ekspor dari otoritas China, dengan tujuh di antaranya berada di Sulawesi Tengah. Wilayah ini memang sejak lama terkenal sebagai sentra penghasil durian di Indonesia dengan potensi produksi hingga 95.140 ton pada tahun lalu. Beberapa durian lokal, seperti jenis bawor, super tembaga, dan namlung, disebut memiliki rasa manis dan aroma kuat yang disukai konsumen China.