Selanjutnya Nasaruddin mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia sudah memiliki 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang tersebar di berbagai daerah. Dan dia pun mengatakan bahwa Presiden RI masih memproyeksikan peluang pemberian beasiswa bagi mahasiswa Palestina untuk menempuh pendidikan di Indonesia.
“Selain PTKIN, pemerintah juga masih mempertimbangkan banyak kampus lain di Indonesia sebagai bagian dari ikhtiar membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi mahasiswa Palestina,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, Menag juga mengungkapkan rencana pengembangan pesantren internasional.
“Kami menyiapkan lahan sekitar 25 hektare untuk pesantren internasional. Ini bagian dari komitmen jangka panjang Indonesia dalam penguatan pendidikan dan peradaban Islam yang moderat,” katanya.
Selain itu dia pun menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina juga terus diperkuat melalui jalur kemanusiaan. Ia menyebut peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang secara konsisten menyalurkan bantuan untuk rakyat Palestina.
“Insha Allah, Indonesia tidak akan pernah melupakan Palestina,” tegas Menag.
Sementara itu, Dubes Palestina Zuhair Al-Shun menyampaikan harapannya agar dukungan Indonesia terus berlanjut dan semakin menguat. Ia menilai Indonesia memiliki posisi moral dan diplomatik yang penting dalam mendorong misi perdamaian bagi Palestina.
“Saya berharap dukungan dari Indonesia terus memupuk dan menguatkan misi perdamaian untuk Palestina,”katanya.