CARAPANDANG - Militer Israel melancarkan serangan "preemptive" terhadap Iran pada Sabtu pagi (28/2), menargetkan sejumlah lokasi di ibu kota Teheran termasuk kawasan sekitar kantor Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Serangan ini memicu penutupan wilayah udara Iran dan sirene peringatan di seluruh Israel, meningkatkan kembali ketegangan di kawasan Timur Tengah yang telah memanas akibat deadlock negosiasi nuklir antara Teheran dan Washington.
Juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran, Majid Akhavan, mengumumkan bahwa seluruh wilayah udara negara ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Komunikasi telepon seluler dilaporkan terganggu di beberapa wilayah ibu kota Teheran, dengan panggilan telepon tidak dapat dilakukan
Sementara itu, Israel juga menutup wilayah udaranya untuk penerbangan sipil. Otoritas bandara Israel meminta warga untuk tidak mendatangi bandara mana pun di negara tersebut.
Sirene berbunyi di seluruh Israel sekitar pukul 08.15 waktu setempat sebagai peringatan dini untuk mempersiapkan publik terhadap kemungkinan serangan rudal.
Militer Israel mengumumkan penutupan sekolah dan tempat kerja, dengan pengecualian untuk sektor-sektor esensial, serta larangan terbang di ruang udara publik.