Beranda Ekonomi IHSG Ditutup Ambruk 3,38% ke 7.129, Indeks LQ51 Lesu di Zona Merah

IHSG Ditutup Ambruk 3,38% ke 7.129, Indeks LQ51 Lesu di Zona Merah

Kondisi ini menjadikan IHSG terkoreksi cukup dalam hanya dalam dua hari terakhir.

0
Ilustrasi

Pelemahan juga terjadi pada saham-saham perbankan besar atau big banks. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 5,84 persen ke Rp6.050, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 2,85 persen ke Rp3.070, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 2,81 persen ke Rp4.500.

Adapun saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga masuk dalam jajaran top losers dengan koreksi masing-masing 7,76 persen dan 6,29 persen.

Analis menyebut pelemahan IHSG kali ini dipicu oleh kombinasi sejumlah sentimen, baik dari dalam maupun luar negeri.

Equity Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis, menjelaskan bahwa tekanan masih dipengaruhi oleh sentimen global risk-off, aksi ambil untung (profit taking) setelah kenaikan sebelumnya, serta sikap wait and see investor terhadap arah suku bunga dan aliran modal asing.

Dari eksternal, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang masih berlangsung turut menekan pasar. Harga minyak mentah dunia bertahan di level tinggi, dengan Brent tercatat di USD105,93 per barel dan WTI di USD96,57 per barel, memicu kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global.

Di dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.300 per dolar AS serta potensi arus keluar modal asing menjadi pemberat tambahan bagi indeks.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait