Sebagian peserta setuju pada skenario inflasi akan kembali mendekati target 2 persen dengan sendirinya, dan sebagian peserta melihat situasi inflasi akan tetap tinggi karena permintaan yang kuat terkait kecerdasan buatan (AI), konflik di Timur Tengah, atau dampak tarif.
Harga emas spot melemah, setelah dirilisnya FOMC minutes serta akibat kenaikan harga minyak dan inflasi, setelah Presiden Trump mengatakan kesepakatan sementara yang bertujuan mengakhiri konflik dengan Iran telah berakhir.
Dari dalam negeri, S&P Dow Jones Indices mengumumkan hasil evaluasi, yang menempatkan Indonesia dalam status pemantauan sehingga berpotensi diturunkan dari kelompok emerging market menjadi frontier market.
Seiring dengan itu, BEI berencana menggelar pertemuan dengan S&P Dow Jones Indices menyusul keputusan penyedia indeks global tersebut memasukkan Indonesia ke dalam watchlist evaluasi klasifikasi pasar.
Sementara itu, Kemenkeu telah menargetkan dana investor asing yang akan masuk ke dalam Pusat Financial Internasional Indonesia (PFII) sekitar Rp300 triliun hingga Rp500 triliun.
Dengan adanya peringatan beberapa lembaga internasional terhadap investasi di pasar modal Indonesia, telah menimbulkan capital outflow karena berkurangnya kepercayaan investor asing.
Survei Konsumen Bank Indonesia (BAi) menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen turun pada level 117,8 di Juni 2026 dari level 120,9 di Mei 2026, yang level terendah sejak September 2025.