Beranda Internasional Idul Fitri dan Nowruz yang Sunyi di Iran

Idul Fitri dan Nowruz yang Sunyi di Iran

Pemerintah Iran menetapkan 1 Syawal jatuh pada Sabtu setelah pengamatan hilal menunjukkan bulan sabit tidak terlihat, sehingga bulan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari.

0
Suasana Iran

Di berbagai wilayah seperti Guilan, Mazandaran, Hormozgan, Yazd, dan Lorestan, kebiasaan berbagi kue khas Lebaran, membersihkan rumah, hingga melangsungkan akad nikah pada hari raya tidak dapat dijalankan seperti biasanya.

Hari terakhir Ramadan tahun ini juga bertepatan dengan Nowruz, yakni perayaan tahun baru Persia yang jatuh saat ekuinoks musim semi . Perayaan Nowruz pun berlangsung sunyi, dengan tradisi yang biasanya penuh semarak kini diredam oleh kekhawatiran perang.

Pakistan Today melaporkan bahwa suasana meriah yang biasanya identik dengan Nowruz dan Idulfitri nyaris tidak terlihat di seluruh Iran. Pasar-pasar yang buka tetap sepi, sementara pemadaman listrik yang sering terjadi menambah beban ekonomi masyarakat.

Dalam pesannya menyambut Idulfitri dan Nowruz, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan bahwa serangan baru-baru ini di Turki dan Oman tidak dilakukan oleh pasukan Iran atau sekutunya.

Ia memperingatkan bahwa Israel kemungkinan menggunakan operasi "false flag" untuk memecah belah Iran dengan negara-negara tetangganya.

Khamenei menegaskan Iran mempertahankan hubungan yang baik dengan kedua negara tersebut.

Duta Besar Boroujerdi menyampaikan bahwa serangan yang dilancarkan AS dan Israel tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga fasilitas sipil dan warisan budaya Iran. Rumah sakit, sekolah, dan berbagai situs bersejarah menjadi sasaran serangan yang dinilainya tidak manusiawi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait