CARAPANDANG.COM, BEIRUT -- Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem pada Rabu (4/3) mengatakan kelompoknya akan terus melanjutkan perlawanan terhadap Israel, menggambarkan konfrontasi itu sebagai "pertahanan eksistensial."
Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Qassem mengatakan Hizbullah telah mematuhi perjanjian gencatan senjata antara kelompok tersebut dan Israel, sementara Israel gagal memenuhi ketentuan apa pun dalam perjanjian itu.
"Lebih dari 10.000 pelanggaran" telah dicatat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan tentara Lebanon sejak gencatan senjata mulai berlaku, sementara sekitar 500 orang tewas dalam periode yang sama, ungkapnya.
Qassem mengatakan Hizbullah memutuskan untuk tidak merespons serangan berulang Israel selama periode tersebut agar tidak dituduh menghambat upaya diplomatik, seraya menambahkan bahwa rentetan serangan roket terbaru yang diluncurkan kelompoknya merupakan respons terhadap "agresi" Israel dan Amerika Serikat (AS), serta pelanggaran selama berbulan-bulan yang dilakukan Israel.
Secara terpisah, Hizbullah dalam sebuah pernyataan mengatakan pihaknya telah menembakkan sejumlah roket pada Selasa (3/3) malam waktu setempat ke arah pangkalan Tel Hashomer, yang digambarkan sebagai markas besar komando militer Israel di sebelah tenggara Tel Aviv, serta sebuah target militer di sebelah selatan Kota Haifa.