CARAPANDANG - Menahan keinginan untuk buang air besar (BAB) kerap diabaikan terutama di tengah kesibukan atau sulit menemukan kamar mandi, namun jika kebiasaan ini terus dilakukan dampaknya bisa mengganggu fungsi usus.
Menurut laporan EatingWell, pada Minggu, kebiasaan BAB yang sehat merupakan salah satu tanda bahwa tubuh bekerja sebagaimana mestinya. Sebaliknya, jika kebiasaan menunda BAB bisa meningkatkan risiko wasir, mengubah konsistensi feses, dan menyebabkan konstipasi.
“Kalau sesekali mengabaikan keinginan BAB biasanya tidak masalah. Tetapi jika menjadi kebiasaan, feses akan berada lebih lama di dalam usus besar,” ujar dokter gastroenterologi Dr. Supriya Rao.
Dalam jangka panjang, menahan BAB dapat menyebabkan konstipasi atau sembelit, yaitu kondisi ketika frekuensi buang air besar menjadi lebih jarang dan feses cenderung keras atau kering.
Normalnya, feses berpindah dari usus besar menuju rektum saat tubuh siap mengeluarkannya. Ketika dorongan BAB diabaikan, feses akan bertahan lebih lama di usus besar.
Ahli gastroenterologi Dr. Carmen Fong, FACS mengatakan bahwa usus besar sangat efisien menyerap air. Semakin lama feses berada di sana, semakin banyak air yang diserap sehingga feses menjadi lebih kering dan keras. Akibatnya, BAB berikutnya akan terasa lebih sulit dan tidak nyaman.