Beranda Umum Harmoni di Tengah Perbedaan: Ini Ketentuan Lengkap Takbiran saat Nyepi di Bali

Harmoni di Tengah Perbedaan: Ini Ketentuan Lengkap Takbiran saat Nyepi di Bali

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali, Kementerian Agama, Polda Bali, Korem 163/Wira Satya, dan Gubernur Bali telah menandatangani Seruan Bersama yang mengatur secara rinci pelaksanaan takbiran di tengah suasana hening Nyepi.

0
Ilustrasi

CARAPANDANG - Momen langka kembali terjadi di Pulau Dewata. Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026, diprediksi akan bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah. Alih-alih menimbulkan gesekan, pemerintah bersama tokoh agama justru menerbitkan aturan khusus agar kedua ibadah besar ini dapat berjalan beriringan dengan penuh toleransi.

Mengutip Kompas.com, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali, Kementerian Agama, Polda Bali, Korem 163/Wira Satya, dan Gubernur Bali telah menandatangani Seruan Bersama yang mengatur secara rinci pelaksanaan takbiran di tengah suasana hening Nyepi.

Berikut adalah poin-poin lengkap ketentuan tersebut:

- Umat Islam diperkenankan melaksanakan takbiran di masjid atau mushola terdekat mulai pukul 18.00 WITA hingga 21.00 WITA. Di luar waktu tersebut, aktivitas dibatasi dan umat diharapkan kembali ke rumah masing-masing untuk turut menghormati Catur Brata Penyepian.

- Umat Islam dianjurkan untuk berangkat ke masjid atau mushola dengan berjalan kaki dan tidak menggunakan kendaraan. Hal ini untuk menjaga kesesuaian dengan aturan Nyepi yang melarang aktivitas di luar rumah serta bepergian.

- Aturan paling fundamental adalah dilarang keras menggunakan pengeras suara, baik dari dalam maupun luar masjid. Takbiran juga tidak boleh disertai petasan, mercon, atau bunyi-bunyian lainnya yang dapat mengganggu kekhusyukan umat Hindu yang sedang menjalankan tapa brata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait