Beranda Internasional Harga Minyak Melonjak Usai Trump Umumkan Blokade Selat Hormuz

Harga Minyak Melonjak Usai Trump Umumkan Blokade Selat Hormuz

Brent crude sempat menembus level $80 per barel, naik 5,35% dalam sepekan, sementara West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati $75 per barel dengan kenaikan harian hampir 5%.

0
Ilustrasi

CARAPANDANG - Harga minyak mentah dunia melonjak hingga lebih dari 5% pada perdagangan Senin (13/7/2026) setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemberlakuan kembali blokade angkatan laut terhadap Iran di Selat Hormuz serta rencana pungutan 20% untuk seluruh kargo yang melintas di jalur tersebut.

Brent crude sempat menembus level $80 per barel, naik 5,35% dalam sepekan, sementara West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati $75 per barel dengan kenaikan harian hampir 5%.

Kenaikan ini menghentikan tren penurunan harga minyak selama empat pekan berturut-turut.

Di Inggris, harga bahan bakar di pompa bensin naik untuk pertama kalinya dalam enam pekan.

Rata-rata harga bensin naik menjadi 151 pence per liter pada akhir pekan, naik dari posisi terendah enam pekan di 150,7 pence pada awal pekan lalu.

Harga diesel juga tercatat naik secara bertahap ke level 164,9 pence per liter.

Para pengamat memperingatkan potensi kenaikan lebih lanjut pada pekan mendatang seiring meningkatnya ketegangan.

Simon Williams, Kepala Kebijakan RAC, menyatakan harga BBM diprediksi naik beberapa pence per liter dalam satu atau dua pekan ke depan.

"Nasib harga BBM di Inggris sekali lagi bergantung pada apakah akan ada serangan lebih lanjut antara AS dan Iran," ujarnya.

Sementara itu, sentimen negatif di pasar komoditas turut menekan bursa saham Asia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait