CARAPANDANG - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengungkapkan bahwa hampir seluruh temuan kasus kecurangan dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) menyasar Program Studi Kedokteran.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan persentase kecurangan yang membidik prodi kedokteran mencapai 99 persen.
"Intinya ini sebagian besar mungkin hampir semuanya 99 persen itu adalah Prodi Kedokteran," ujar Brian di sela-sela konferensi pers SNBT di Jakarta, Senin (25/5).
Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Ketua Umum Tim Penanggungjawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Eduart Wolok. Ia menyebut data kecurangan tahun lalu menunjukkan hampir seluruh pelaku kecurangan dengan modus joki menargetkan prodi kedokteran.
"Termasuk juga dengan yang disampaikan bahwa 99,9 persen memilih Prodi Kedokteran, iya karena itu data kecurangan yang kita dapatkan tahun lalu. Memang mayoritas hampir 100 persen itu yang menggunakan joki dan curang itu memang menyasar Prodi Kedokteran," kata Eduart.
Menanggapi temuan tersebut, panitia SNPMB mengambil langkah antisipasi dalam pelaksanaan SNBT 2026 dengan mengubah pola penjadwalan ujian.
Seluruh peserta yang memiliki minat pada Prodi Kedokteran dan Kedokteran Gigi ditempatkan pada hari pertama dan kedua pelaksanaan ujian, yakni 21-22 April.