Perkembangan ini terjadi di tengah melemahnya gencatan senjata yang rapuh antara Hamas dan Israel yang disepakati pada Oktober 2025, di mana ketentuan-ketentuan utama, termasuk pelucutan senjata dan pembangunan kembali, hingga kini belum dilaksanakan.
Fase pertama gencatan senjata mencakup pertukaran tahanan dan tawanan, masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, serta penarikan pasukan Israel dari sejumlah wilayah.
Amerika Serikat pada pertengahan Januari mengumumkan dimulainya fase kedua gencatan senjata. Tahap ini meliputi penarikan penuh militer Israel, pelucutan senjata Hamas, pelaksanaan pembangunan kembali, serta pembentukan badan pemerintahan transisi di Jalur Gaza.